'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Madrasah Perempuan Berkemajuan oleh LPP PW Aisyiyah Jateng
19 Juli 2018 15:34 WIB | dibaca 494

JAWA TENGAH-Kata berkemajuan sudah menjadi slogan sanga terkenal di pesyarikatan dan menjadi icon abad kedua. Tidak jarang di masyarakat dipertentangkan dengan Islam Nusantara. Karena itu perlu ada konsep yang matang dan terperinci terkait dengan indikator Islam berkemajuan termasuk didalamnya profile perempuan berkemajuan.Berdasarkan hasil FGD internal dan ekternal yang diselenggarakan oleh LPPA Pimpinan Pusat ‘Aisyyah setidaknya ada 15 karakteristik perempuan berkemajuan.

Maka sebagai pimpinan Aisyiyah di tingkat wilayah yang bertugas memimpin organisasi di dalam wilayahnya dan melaksanakan kebijakan pimpinan pusat (AD BAB VI pasal 14) maka LPP PWA Jawa Tengah akan menyelenggarakan TOT Madrasah Perempuan Berkemajuan sebagai tindak lanjut dan arahan dari LPP PPA. Sehingga pada gilirannya dapat mensosialisasikan karakteristik perempuan berkemajuan dan juga program-program SDGs dalam kegiatan-kegiatan‘Aisyiyah.

Pada Tahap I ini pesertanya terdiri dari pimpinan wilayah ‘Aisyiyah Jawa Tengah 21 ibu, dan 6 wakil dari 6 Eks. Karesidenan. Pada tahap selanjutnya akan diselenggarakan TOT Madrasah Perempuan Berkemajuan di setiap karesidenan atau per kabupaten/kota se Jawa Tengah.

Tujuan dari kegiatan ini adalah mensosialisasikan      karakteristik     Islam    berkemajuan    dengan    memahami berbabagai macam metode pemahaman teks; mentransformasikan semangat perempuan berkemajuan pada abad kedua; mengintegrasikan SDGs dalam program-program‘Aisyiyah; membekali para    fasilitator    tentang    konsep    Teologi    Al    Maun     dan pemberdayaan serta dakwah Advokasi; membekali para fasilitator tehnik fasilitasi. 

Kegiatan ini terselenggara oleh LPP PWA Jawa Tengah pada tanggal 30 Juni 2018 sampai 1 Juli 2018 (selama dua hari) di Semarang. Pada pelatihan ini ppeserta tidak hanya duduk diam mendengarkan pembicara memaparkan materinya, namun peserta dituntut aktif dan menyampaikan pendapatnya. Dalam hal ini peserta selalu dilibatkan dalam diskusi kelompok, presentasi, dan memaparkan hasil analisisnya terhadap sebuah kasus. Para pemateri dalam pelatihan ini berperan sebagai fasilitator bukan hanya narasumber. Dari sinilah suasana pelatihan terlihat lebih hidup dan dinamis. Acara juga dihadiri oleh PP 'Aisyiyah untuk membimbing pelaksanaan kegiatan TOT ini.

Shared Post: