'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Musypimwil I 'Aisyiyah Jateng : Gerakan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Pilar Kemakmuran Masyarakat Jateng
20 Juli 2018 17:30 WIB | dibaca 558

 

Musyawarah Pimpinan Tingkat  Wilayah I (Musypimwil I) ’Aisyiyahmerupakan forum permusyawaratan di bawah Musywil. Melalui forum musyawarah ini  ‘Aisyiyah dapat melaporkan sekaligus melakukan evaluasi pelaksanaan atas keputusan-keputusan Musywil.  Melalui Musypimwil I disusun rencana kerja tahap berikutnya dandiambil langkah-langkah strategis terhadap tuntutan organisasi sebagai pengemban gerakan dakwah sosial kemasyarakatan dalam menghadapi tantangan, permasalahan baik secara regional, nasional maupun permasalahan global dalam berbagai aspek kehidupan  yang mempengaruhi  kehidupan bangsa.

Visi gerakan dakwah pencerahan dihadapkan pada tantangan kehidupan kebangsaan yang sangat kompleks baik kehidupan keagamaan, politik, hukum, sosial ekonomi, dan aspek-aspek lainnya.

Misi dakwah terkait dengan pemberdayaan ekonomi perempuan telah menjadi agenda penting dan utama 'Aisyiyah mengawali abad kedua.Bahwa agenda strategis dan praksis dakwah 'Aisyiyah untuk mengurangi kemiskinan dijalankan melalui program-program pemberdayaan masyarakat dan melakukan advokasi regulasi maupun kebijakan ekonomi yang berpihak pada rakyat.'Aisyiyah sebagai gerakan perempuan Islam, memegang peranan penting dan strategis dalam menjalankan jihad menuju keadilan sosial dan ekonomi dengan berlandaskan nilai-nilai Islam yang berkemajuan.

Musypimwil I 'Aisyiyah periode 2015-2020, menjadi momentum yang strategis untuk melakukan evaluasi dan merumuskan strategi implementasi dakwah 'Aisyiyah sebagaimana tercantum dalam Pokok-Pokok Pikiran 'Aisyiyah abad kedua; dan sekaligus menjawab tantangan global dan nasional terkait dengan problem-problem perekonomian yang dihadapi bangsa, termasuk dihadapi oleh perempuan.'Aisyiyah akan terus berikhtiar melakukan gerakan pemberdayaan ekonomi perempuan sebagai bagian dari komitmen  gerakan pencerahan. Oleh karena itu, Musypimwil I ini mengangkat tema “GERAKAN PEMBERDAYAAN EKONOMI PEREMPUAN PILAR KEMAKMURAN MASYARAKAT JAWA TENGAH”.

Pada kegiatan Musypimwil I ini banyak sekali agenda yang dilaksanakan, mulai dari penguatan materi melalui seminar dan dialog interaktif yang menghadirkan para pembicara hebat yang ahli di bidangnya; materi pokok seperti laporan PWA Jateng, laporan Dinamika PDA Se Jateng, dan strategi Implementasi Pokok Pokok Pikiran ‘Aisyiyah awal abad ke dua; materi khusus terkait pidato iftitah ketua PWA Jateng; materi umum mengenai penguatan kepemimpinan dan kelembagaan ‘Aisyiyah dalam konteks gerakan sipil di Indonesia dan isu-isu kebangsaan terkait kebijakan tentang keadilan ekonomi dan sosial. Kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari ini (13-15 Juli 2018), juga mengagendakan beberapa sidang yaitu sidang pleno dan sidang komisi. Pada sidang komisi peserta dibagi menjadi 3 kelompok yaitu Komisi A (Organisasi-Kelembagaan dan Kepemimpinan), Komisi B (Strategi Percepatan Pencapaian Program), dan Komisi C (Implementasi Pokok-pokok Pikiran Abad Ke dua). Dalam rangka memeriahkan musypimwil I ini juga terdapat Bazar yang memasarkan berbagai produk dari beberapa daerah. Selain itu juga terdapat Kegiatan Syiar dalam Rangka Menyambut Musypimwil dan Milad ‘Aisyiyah  oleh PDA Kota Semarang berupa Pawai Ta'aruf dan Jalan Sehat Keluarga (PDA Kota Semarang merupakan panitia pelaksana/OC) yang dilaksanakan pada hari Ahad, 15 Juli 2018 di Jalan Pahlawan saat Car Free Day. 

Seperti biasa pada pertemuan Aisyiyah yang menginap, ada kegiatan Qiyamulail bersama. Jam 3 kami sudah dibangunkan oleh panitia. Sejenak kemudian masjid di basement hotel Grasia Semarang sudah penuh dengan ibu-ibu bermukenah.  Sekitar 200 orang peserta Musypimwil, hanya sedikit yang tidak hadir ke masjid. Mungkin sedang sakit atau sedang haid.  Ada hal yang menarik, Subuh kami diimami seorang pria, mungkin petugas hotel. Sayang bacaannya kurang bagus, namun kami semua harus makmum. Sefasih apapun seorang perempuan, tetap harus bermakmum kepada pria, walau bacaan saja masih terbata-bata. Hee.. Tausiyah disampaikan oleh ibu Lintalmuna dari Majelis Tabligh PWA. beliau menyampaikan tentang kewajiban kita para muslimah Aisyiyah untuk Menjaga pola hidup islami, Selalu mencari ilmu, Beramal sholeh, Mencari tambahan nafkah. Memang An Nahl 97 adalah ayat 'Aisyiyah  dimana disebutkan bahwa Siapa beriman dan beramal soleh, lelaki atau perempuan, dan dia beriman,  maka akan diberikan kehidupan yang baik, dan akan diberi pahala yang baik atas apa yang dilakukannya. Kiat lain disebut dengan akronim TenTaRa (Tenang, jangan marah, Tawadu', dan Ramah). Sesudah subuh berjamaah para ibu berolahraga senam dihalaman hotel. Bahkan 2 shift latihan. Luar biasa semangatnya. Ibu Aminah sekretaris PW Aisyiyah Jawa Tengah menyebutkan bahwa "Semua Aisyiyah bergelar MSI yaitu Master Segala Ilmu".
 
Ibu-ibu 'Aisyiyah memang luar biasa hebat. Semoga Allah selalu meridhoi langkah kita dalam ber Amar Ma'ruf Nahi Munkar. Dan semoga kegiatan yang dilaksanakan selama tiga hari ini memberikan kesan yang mendalam dan membawa semangat baru dalam memajukan 'Aisyiyah melalui gerakan pemberdayaan perempuan untuk kemakmuran bangsa khususnya di akar rumput.
Shared Post:
Berita Terbaru
Berita Terkomentari