'Aisyiyah

Gerakan Perempuan Muslim Berkemajuan

Berita
Artikel : Kesehatan Jiwa dalam Perspektif Islam
06 Januari 2020 15:20 WIB | dibaca 3427

Kesehatan Jiwa dalam Perspektif Islam

Oleh : Ike Mardiati Agustin M.Kep.Sp.Kep.J

(Dosen dan Ketua Departemen Keilmuan Keperawatan Jiwa STIKES Muhammadiyah Gombong)

Kesehatan jiwa masyarakat telah menjadi bagian dari masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Masalah kesehatan jiwa di masyarakat dampaknya sangat luas dan kompleks.

Masalah kesehatan jiwa di Indonesia merupakan masalah kesehatan masyarakat yang sangat penting dan harus mendapat perhatian sungguh-sungguh dari seluruh jajaran lintas sektor Pemerintah baik di tingkat Pusat maupun Daerah, serta perhatian dari  seluruh elemen  masyarakat.

(WHO, 2014 dalam Agustin 2018) mendefinisikan bahwa kesehatan jiwa adalah Kondisi yang memungkinkan perkembangan fisik, intelektual, dan emosional yang optimal dari seseorang dan perkembangan itu berjalan selaras dengan  keadaan orang lain.

Islam mendefinisikan bahwa kesehatan jiwa adalah adanya Hubungan baik manusia dengan Alloh (berserah diri) dengan menjalankan Sholat dan Berdzikir, manusia dengan dirinya, manusia dengan orang lain dengan beramal shaleh dan tawadu’ dan manusia dengan alam semesta sehingga Alloh melimpahkan ketenangan jiwa.

Dikutip dari berbagi sumber bila kita deskripsikan Islam telah mengatur beberapa ciri orang yang sehat jiwa antara lain memiliki Ketaqwaan , selalu Tawakal (kepasrahan), memiliki Kecintaan akan akhirat, memiliki Kerendahan hati dan Senantiasa bertaubat, berdzikir dan berdoa. Ciri- ciri tersebut berkaitan erat dengan ciri kesehatan yang di deskripsikan oleh WHO bahwa orang yang sehat jiwa Mengetahui Potensi diri, Bermanfaat untuk orang lain, Mampu mengatasi stres/tekanan dalam hidup, Produktif sesuai dengan keahliannya.

QS  Asy Syams (91 : 7-11)merupakan salah satu rujukan bahwa islam telah mengatur tentang kesehatan jiwa seseorang.

      

Artinya: Dan Jiwa serta penyempurnaan (ciptaanNYA), maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya, sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu. Dan sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.

Berdasarkan kondisi diatas seorang manusia harus mampu menyelaraskan dirinya agar terhindar dari penyakit kejiwaan. Islam sendiri telah menjelaskan beberapa hal terkait penyakit kejiwaan seperti Pesimis, rasa Dengkiseperti yang telah dijelaskan dalam(QS An-nisa: 32 ) “ Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dkaruniakan  Allah pada sebagian kamulebih banyak dari sebahagian yang lain, (karena)  bagi orang laki-laki ada kebahagian dari padaapa yang mereka usahakan dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari Karunia-Nya, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui sesuatu, penyakit kejiwaan yang lain dalam persepektif islam yaitu Sombong  (QS Luqman: 18), Ghadap (marah) , Hiqdu (dendam), Ujub ( membanggakan diri ) atau dalam kesehatan identic dengan Waham, Huzn (Duka cita, sedih) berlebih, Putus asa , Cemas/Penakut/Phobia , Ragu/bimbang.

Beberapa langkah pengobatan dapat dilakukan untuk mengatasi masalah kejiwaan antara lain melalui pemberian obat-obat jiwa atau Psikofarmaka (obatini berfungsiuntuk memperbaiki neuro transmiteratau struktur otak penderita gangguan jiwa).  Pengobatan yang lain dapat dilakukan melalui Psikoterapi yaitu pengobatan dengan menggunakan pendekatan komunikasi dan interaksi kepada penderita gangguan kejiwaan.

Saat ini telah banyak dikembangkan psikoterapi islami  yaitu proses pengobatan dan penyembuhan terhadap gangguan suatu penyakit mental, spiritual, moral maupun fisik melalui bimbingan Al-Quran, sunnah Nabi Muhammad SAW. Salah satunya Yang telah dikembangkan oleh DR. MEIDIANA DWIDIYANTI,S.KP. M.SC.Yaitu  Mindfulness Spiritual Islam.

Mindfulness Spiritual Islam yaitu latihan yang dalam setiap prosesnya melibatkan Allah sebagai Tuhannya (mengingat Allah) dengan tujuan membantu pasien untuk secara sadar memahami kondisi atau pengalaman yang dialami bukanlah sebagai suatu kebetulan namun karena Allah. Pasien diajarkan untuk mandiri dalam beraktivitas beribadah dan patuh minum obat.

Berikut adalah langkah-langkah dalam melakukan mindfulness spiritual islam.

  

Gambar 1. Langkah Mindfulness Spiritual Islam

Cobalah untuk dilakukan terapi diatas agar kita mampu untuk mengatasi masalah-masalah gangguan kejiwaan tetaplah memohon kesembuhan kepada ALLOH SWT karena “Setiap Penyakit ada obatnya, jika obat tepat mngenai sasarannya, maka dengan izin ALLAH penyakit itu akan sembuh”(diriwayatkan oleh Muslim dan Ahmad dari Jabir bin Abdullah r.a)

Sehingga dapat disimpulkan bahwa lslam telah menjelaskan kesehatan jiwa yang menjadi dasar dalam pengembangan kesehatan jiwa dunia kesehatan, beberapa masalah gangguan kejiawaan pun telah dibahas di dalam Al-Quran sebagai Upaya mengatasi gangguan kejiwaan mengkolaborasikan antara ilmu pengetahuan dengan spiritual.

 

Referensi

Al-Quran  dan Hadist

Agustin,Ike Mardiati.2018.Psikoterapi individu dalam mengatasi masalah ansietas, depresi dan self esteem,LPPM STIKES Muhammadiyah Gombong.

Meldayanti,Rahmi. 2010. Mental Disorder dalam Alquran. Skripsi. Universitas Islam Negeri Jakarta

Wahidah, Yuliatul evita. 2016. Psikoterapi Islami Terhadap Psikopatologi (persepektif pendidikan Islam). Jurnal Muaddid Vol 6 No2. diakses www. Google Scolar.com 8 Mei 2019

DR. MEIDIANA DWIDIYANTI,S.KP. M.SC.Mindfulnes Spiritual. PPT dipresentasikan pada seminar nasional keperawatan jiwa

Hawari, Dadang. 2007. Al-Quran dalam Ilmu Kedokteran jiwa dan Kesehatan jiwa. Dana Bhakti Prima Yasa. Jakarta

Uyun, Phil Quratul. 2010. Kesehatan Jiwa Menurut Paradigma Islam (Kajian berdasarkan  Al-Quran dan Hadist. Universitas Islam Indonesia. Yogyakarta.

Shared Post:
Berita Terbaru
Berita Terkomentari